Boby adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Mungkin sebab anak terakhir tidak heran jika Boby memiliki sifat yang manja.
Tatkala
hari itu Boby diajak oleh ayah dan ibunya pergi ke pasar. Ditengah
kerumunan pasar setiap barang/mainan yang sekiranya unik terlihat oleh
mata Boby langsung meminta ibunya untuk dibelikan. Karena rasa kasihan
seorang ibu, akhirnya di belikan mobil-mobilan dan pesawat mainan.
Parahnya. Setelah dibelikan dua mainan tidak juga merasa cukup. Melihat anak lain memakai sekuter. Langsung meminta untuk dibelikan sekuter. Kedua orang tuanya tentu merasa keberatan. Karena harga sekuter lebih mahal dibanding harga dua mainan sebelumnya. "Tadikan sudah ibu belikan mobil sama pesawat mainan nak, kapan-kapan saja ya dibelikan ibu sekuter" rayu ibunya. Mendengar kalimat penolakan itu Boby langung menangis sambil guling-guling ditanah. Semua orang yang berbelanja saat itu memusatkan pandangan ke arah Boby. Melihat anaknya seperti itu ayah dan ibunya dengan terpaksa harus menuruti permintaan Boby lagi.
Parahnya. Setelah dibelikan dua mainan tidak juga merasa cukup. Melihat anak lain memakai sekuter. Langsung meminta untuk dibelikan sekuter. Kedua orang tuanya tentu merasa keberatan. Karena harga sekuter lebih mahal dibanding harga dua mainan sebelumnya. "Tadikan sudah ibu belikan mobil sama pesawat mainan nak, kapan-kapan saja ya dibelikan ibu sekuter" rayu ibunya. Mendengar kalimat penolakan itu Boby langung menangis sambil guling-guling ditanah. Semua orang yang berbelanja saat itu memusatkan pandangan ke arah Boby. Melihat anaknya seperti itu ayah dan ibunya dengan terpaksa harus menuruti permintaan Boby lagi.
Setelah
beranjak lebih dewasa, sifat manja Boby mulai berkurang. Sehingga tidak
lagi meminta dengan seenaknya seperti saat masih kanak-kanak. Tapi
dilain sisi rasa minder Boby mulai tumbuh. Mungkin karena terbiasa sejak
kecil dimanja kini Boby merasa sulit menghadapi sesuatu yang baru.
Apalagi pada saat itu jarak sekolah Boby lumayan jauh dari rumah.
Pelajaran yang dirasa sulit dipahami, serta menghadapi guru baru membuat
Boby kurang percaya diri. Tiap kali guru menerangkan pelajaran, Boby
selalu menundukkan wajahnya. Karena saking takutnya terkadang juga duduk
dibelakang tepat punggung temannya. Supaya tidak terlihat oleh guru.
Itulah kebiasaan Boby.
Hari
berganti malam, ternyata Boby mengalami keresahan terhadap keminderan
yang dimiliki. Melihat teman-temannya percaya diri ketika berhadapan
dengan guru membuatnya ingin berubah. Cara apapun dilakukan. Mulai dari
membaca buku sampai browsing di internet. Sekin lama membaca buku
akhirnya menemukan sebuah jawaban. Tepatnya ditengah-tengah buku
terdapat judul "dahsyatnya sebuah afirmasi". Judul yang membuatnya
penasaran. Sehingga kata demi kata, kalimat demi kalimat dipahami penuh
konsentrasi oleh Boby. Inti pembahasan dari judul tersebut adalah
Kekuatan afirmasi (Kalimat positif). Kalimat yang di ucapkan secara
berkesinambungan sebelum dan sesudah tidur. Terdapat banyak deretan
kalimat afirmasi. Namun Boby memilih satu kalimat yang sangat
dibutuhkan. Kalimat tersebut adalah "Saya semakin penuh percaya diri,
semakin penuh keberanian, dan semakin senang terhadap setiap
pelajaran".
Teknik
afirmasi tersebut terus menerus diucapkan Boby setiap hari. 2 sampai 3
hari masih belum maksimal. Namun Boby tidak putus asa menerapkan hal
itu. Sehingga tepat 1 bulan secara konsisten, Kalimat yang diungkap
tidak tersadari telah merubah sikap Boby. Sehingga kini dia memiliki
rasa percaya diri penuh, keberanian penuh, serta merasakan senang dan
tenang ketika mengikuti setiap mata pelajaran. Sampai akhirnya guru yang
sejak awal sekolah tidak mengenal kepribadiannya sama sekali kini
berubah 180 derajat. Torehan berbagai prestasi, mulai dari juara 1 lomba
debat sampai lomba cerdas cermat membuat setiap guru kini sangat
mengenal bahkan mengaguminya.
Afirmasi (Inggris : Affirmation) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penegasan. Afirmasi mirip seperti doa, harapan atau cita-cita, hanya saja afirmasi lebih terstruktur dibandingkan dengan doa dan lebih spesifik.
Dalam
cerita singkat tersebut menggambarkan bahwa afirmasi bisa menciptakan
keajaiban. Boby yang awalnya merasa minder, kurang percaya diri dan
tidak berani menghadap guru. Setelah memahami penuh serta menerapkan
tekhnik afirmasi, sehingga mampu merubah diri Boby lebih berkualitas.
Mengucapkan afirmasi dengan komitmen,
keyakinan, pengharapan dan antusiasme, akan mendesakkan pengaruh
yang sangat kuat pada sistem keyakinan, emosi, kesehatan dan kehidupan
kita. Alam raya adalah mesin afirmasi raksasa. Prosedur dalam melakukan
afirmasi bukanlah keparanormalan atau bentuk lain cuci otak. Ini
benar-benar nyata dan merupakan sebuah proses yang alami. Kita hanya
perlu bekerja sama dengan hukum alam raya ini. Pikiran positif dan
melakukan program afirmasi dengan benar sama seperti memurnikan akal
budi atau membersihkan otak kita dengan shampoo.

Posting Komentar